Merbabu Via Gancik

 




    Ahlan Sobat Safar!


    Kali ini kita akan mengulik keindahan Gunung Merbabu. Gunung dengan keindahan sabana tiada tandingannya dengan view Gunung Merapi yang sangat gagah berdiri berdampingan dengan Gunung Merbabu.

    Gunung Merbabu memiliki ketinggian 3145 MDPL. Gunung Merbabu dahulu adalah gunung berapi aktif yang sudah lama tidak ada aktivitas vulkanik kembali. Gunung Merbabu berada di wilayah Kabupaten Magelang (Lereng sebelah Barat), Kabupaten Boyolali (Lereng Timur dan Selatan), Kabupaten Semarang (Lereng sebelah Utara), Provinsi Jawa Tengah. Gunung Merbabu memiliki 3 jalur favorit para pendaki yang tercatat resmi di web Taman Nasional Gunung Merbabu.

1. Via Selo

    Jalur Via Selo ini terletak di Kabupaten Boyolali yang merupakan jalur pendakian terpendek dan termudah untuk menggapai puncak Merbabu. Medan pendakian dari pos 1 hinga pos 3 sangat bersahabat di kalangan pendaki, jalur yang sangat landai. Akan tetapi jalur ini memiliki kekurangan yaitu tidak ada mata air yang tersedia di sepanjang trek tersebut. Jadi di usahakan para pendaki membawa logistik yang sangat memadai ketika melewat jalur Via Selo tersebut.

2. Via Suwanting

    Tidak kalah dengan jalur Selo, jalur Suwanting pun merupakan jalur paling ramai di saat Weekend tiba. Jalur yang terletak di Dusun Suwanting, Kabupaten Magelang memiliki medan yang sangat aduhai dengan view yang sangat indah. Terdapat jasa ojek di sekitar basecamp untuk menghemat waktu dan tenaga. Para ojek mematok harga sekitar Rp.50.000 dari Basecamp hingga pos 1. Disini jalur Suwanting pun terdapat sumber mata air. Jadi jangan khawatir kalau persediaan air habis di jalur ini yaa.

 3. Via Thekelan

    Bagi kalian yang ingin menapaki ke-7 puncak Merbabu biasa melewati Via Thekelan tersebut. Jalur yang terletak berdekatan dengan Basecamp Chuntel, Kabupaten Semarang ini mempunyai mata air yang cukup melimpah di sepanjang jalur pendakian. Tidak seperti jalur-jalur yang lain, Jalur Thekelan mempunyai jalur yang sangat ekstrim. Ketika kalian melewati jalur Thekelan, kalian bisa melihat kawah mati dari Gunung Merbabu itu sendiri.

Semua jalur yang penulis sebutkan di atas merupakan jalur resmi yang ada di Taman Nasional Gunung Merbabu, semua jalur tersebut memilik kuota pendakian yang berbeda beda setiap jalurnya. Jadi para pendaki harus melakukan booking terlebih dahulu melalui web Taman Nasional Gunung Merbabu.

Terdapat satu jalur yang sering dilalui pendaki yang tidak ingin bermalam atau camp di Gunung Merbabu. Walaupun tidak tercatat melalui laman resmi Taman Nasional Gunung Merbabu, akan tetapi memiliki jalur yang singkat dan nyaman bagi para pendaki.

Ialah jalur Merbabu via Gancik. Jalur yang sangat berdempetan dengan jalur Selo, jangan khawatir, jalur via Gancik pun terdapat Basecamp dan tidak perlu bersusah payah untuk booking. Jadi kalian bisa langsung datang saja dan memulai perjalanan tidak terpaku waktu.


    Memang jalur via Gancik ini tidak ada biaya registrasi, akan tetapi para pendaki wajib memakai jasa ojek disini. Jasa ojek yang di tawarkan pun cukup murah, dengan merogoh kantong sekitar Rp.25.000 saja, para pendaki bisa mengehe

mat waktu hampir setengah jam dari basecamp hingga pos ojek. Jika kalian ingin sampai ke pos 1 lebih cepat, kalian bisa memakai ojek dari Basecamp hingga pos 1, tarif nya pun sangat murah yakni hanya Rp.50.000 saja loh.

    Medan yang dilalui via Gancik ini dipenuhi pasir berdebu, jangan heran kalau kalian melalui jalur ini tanpa memakai masker atau alat pelindung wajah yang memadai, badan kalian akan penuh dengan debu. Di pos 3 akan ada persimpangan dengan jalur via Selo, para pendaki harus teliti agar ketika turun tidak salah jalur hingga Basecamp. Terdapat 2 sabana yang sangat indah sekali ketika melewati jalur via Selo Gancik tersebut. Para pendaki bisa dengan mudah menggapai 2 puncak tertinggi di Gunung Merbabu tersebut.

    Tunggu apalagi? Ayooo ke Merbabu!!!!


Komentar