Ketika seorang Penulis telah selesai melakukan pendakian untuk pertama kalinya. Gunung Prau merupakan titik awal penulis mulai menyukai kegiatan di luar ruangan seperti itu. Sungguh hawa yang sangat berbeda ketika menginjakkan kaki ke daerah Dieng. Suasana yang begitu berbeda dengan kota metropolitan, disini semua berjalan dengan lambat.
Setelah turun dari Gunung Prau. Penulis bertanya tanya, gunung gagah apa yang penulis lihat ini. Ternyata itu gunung Sindoro. Maka sejak saat itu penulis berjanji agar bisa mencapai puncak Sindoro suatu saat nanti!
2-3 tahun berlalu. Atas izin Allah, Penulis diizinkan untuk kembali ke Dieng. Yap dengan satu tujuan, yaitu mendaki gunung Sindoro. Persiapan fisik yang sangat matang dan bisa dibilang nekat. Bermodalkan keuangan yang sangat pas. Penulis hanya berfikir 'kalo bukan saat ini, mau kapan lagi kesana?'
Memulai perjalanan selepas Sholat Shubuh dari Bekasi menuju terminal Pulogebang dan dilanjutkan menaiki bis antar kota menuju Basecamp Kledung. Tentu ini bukan perkara yang mudah, terlebih lagi Penulis melakukan pendakian dengan tidak camp (Tektok). Start pendakian kali ini bersama tim yang berisikan 4 orang. Kita bersama sama mendaki gunung Sindoro. Terlihat sangat mudah di awal, hingga sehabis Camp area semua terasa sangat melelahkan. Dengan kondisi yang memang tidak tidur, elevasi yang benar-benar miring. Semua menjadi terasa sulit.
Hampir menyerah? Tentu iyaa
Tapi mau bagaimana lagi. Semua sudah dipersiapkan dengan matang. Nasi sudah menjadi bubur. Maka harus kita tuntaskan apa yang telah kita rencanakan. Pukul 9.00 Pagi dan atas izin Allah, Penulis bisa menggapai puncak Sindoro. Wishlist yang telah tercapai. Tak lupa Penulis mensyukuri nikmat yang telah diberikan ini. Semua perjalanan berat ini akhirnya tercapai.
Mungkin saat ini Penulis akan menyimpan tenaga terlebih dahulu untuk menyelesaikan beberapa gunung lagi.


Komentar
Posting Komentar