Gunung Lawu Penuh Via Candi Cetho

 


    

    Ahlan Sobat Safar!

    Tidak lengkap rasanya jika tidak menyandingkan Gunung Lawu dengan kisah mistis di dalamnya, emang semistis apa sih gunung ini sampai-sampai beberapa orang menjadikan tempat tersebut terkenal akan ke angkerannya?

    Gunung Lawu adalah gunung berapi aktif yang terletak di Pulau Jawa, tepatnya di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Gunung Lawu memiliki ketinggian 3265 mdpl. Gunung Lawu terletak di antara tiga kabupaten, yaitu Karanganyar di Jawa Tengah, Ngawi dan Magetan di Jawa Timur. Status gunung ini adalah gunung api istirahat yang diperkirakan terakhir meletus pada tahun 1885 dan telah lama tidak aktif.

    Gunung Lawu memiliki 3 puncak, yakni Hargo Dalem, Hargo Dumiling, dan puncak tertinggi adalah Hargo Dumilah. Gunung Lawu memiliki 5 Jalur pendakian yang secara resmi dikelola oleh pemerintah daerah setempat, yakni via Cetho, via Cemoro Sewu, via Cemoro Kandang, via Singolangu, dan via Tambak. Terdapat 3 jalur pendakian favorit yang sering dikunjungi para pendaki.

1. Via Cetho

    Pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho merupakan jalur paling sering dilalui para pendaki. jika kalian melewati via Cetho, kalian akan mendapati sabana yang sangat indah sekali di sekitar area camp dan juga kalian tidak perlu khawatir akan ketersediaan air bersih. Di Lawu via Cetho terdapat mata air sebelum pos 1 dan pos 3. Kekurangan Lawu via Cetho adalah jalur pendakian yang tidak kenal ampun untuk para pendaki, baik itu orang yang sudah berpengalaman mendaki ataupun yang baru ingin memulai pendaki. Maka tidak jarang kami mendapati beberapa orang merasa kapok ketika melewati Lawu via Cetho tersebut.

2. Via Cemoro Sewu

    Pendakian melewati via Cemoro Sewu adalah jalur favorit bagi para pendaki yang tidak mempunyai banyak waktu untuk bermalam atau berkemah di Gunung Lawu tersebut. Jalur pendakian yang sangat mudah dan tidak banyak tanjakan terjal menjadikan Jalur via Cemoro Sewu ini cocok bagi seseorang yang ingin memulai pengalaman pendakiannya. Perlu diingat bahwa medan yang dilalui via Cemoro Sewu adalah bebatuan, maka harus berhati hati sekali jika ingin melewati jalur pendakian tersebut.

3. Via Cemoro Kandang

    Jalur ini sangat cocok bagi kalian jika ingin menikmati keindahan kawah Lawu. Banyak para pendaki yang hanya ingin menikmati pemandangan di kawah Lawu tersebut. Perlu diketahui jalan menuju kawah Lawu tergolong ekstrim, jalur untuk turun ke bawah hanya bermodalkan tali saja. Maka perlu berhati hati secara ekstra untuk bisa menggapai kawah dari Gunung Lawu tersebut.

Apa sih yang membuat Gunung Lawu menjadi mistis?

    Apa dikarenakan banyaknya penunggu makhluk halus disana?

    Menurut penulis yang membuat jalur pendakian ke Gunung Lawu tersebut dikarenakan pendaki yang tidak siap untuk melakukan perjalanan tersebut. Terlebih lagi jika kalian melewati Pasar Dieng.

    Beberapa pendaki beranggapan bahwa di Pasar Dieng inilah banyak pendaki yang katanya 'disesatkan' oleh sesuatu yang kasat mata. Tetapi setelah penulis melihat dengan jeli jalur di Pasar Dieng tersebut, ternyata banyak sekali percabangan yang bisa membuat para pendaki linglung, apalagi kalau mereka melakukan perjalanan untuk melihat sunrise pada malam hari. Maka perjalanan akan semakin sulit untuk dilewati.

    Kita harus bisa berfikir secara normal dan netral ketika melewati percabangan yang banyak, perlu pengetahuan lebih agar tidak ada lagi asumsi seperti 'disesatkan' lagi yaa.












    

Komentar