Ahlan Sobat Safar!
Jakarta yang saat ini sudah tidak menyandang status sebagai Ibu Kota masih menjadi poros perputaran ekonomi di negara Indonesia. Lautan manusia datang untuk mengadu nasib di Jakarta. Maka tak heran kalau Jakarta mendapat julukan sebagai kota para perantau. Kehidupan yang sangat keras di kota ini menjadikan banyak nya ketimpangan sosial di kota tersebut.
Di sisi lain Jakarta juga mempunyai beraneka ragam tempat yang bisa menjadi pilihan bagi masyarakat untuk menikmati akhir pekan atau hari libur tiba. Jakarta juga mempunyai masjid terbesar di Asia Tenggara yaitu Masjid Istiqlal.
Jakarta juga mempunyai tempat yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Kali ini penulis akan mengajak Sobat Safar untuk menjelajahi kawasa Kota Tua.
Kota Tua terletak tidak jauh dari Stasiun Kereta Api Jakarta Kota. Pada tahun 2015 silam. Tatanan di Kota Tua belum tertata dengan rapih. Masih banyak sekali pedagang kaki lima yang berjualan di sembarang tempat. Sekarang Kota Tua mempunyai wajah yang lebih bersih dan tertata.
Bagi Sobat Safar yang berada di wilayah Jabodetabek dan ingin kesini bisa menggunakan layanan transportasi Krl. Sobat Safar bisa ke stasiun terdekat dari tempat tinggal Sobat Safar yaa.
Museum Fatahillah menjadi ikon utama di kawasan kota tua tersebut. Tarif yang di kenakan untuk masuk ke dalam sebesar Rp.5000 saja. Terdapat penjara tua peninggalan Belanda di dalam museum ini.
Di sekitar Kota Tua juga terdapat Museum Bank Indonesia dan museum yang lain nya. Jadi Sobat Safar bisa menghabiskan waktu seharian di kawasan Kota Tua ini.
Setelah lelah seharian menjelajah kawasan Kota Tua dan perut Sobat Safar telah merasa keroncongan. Sobat Safar bisa mencoba jajanan khas Jakarta yaitu Kerak Telor.
Kerak Telor terbuat dari beras ketan putih yang dicampur dengan telur ayam atau pun dengan telur bebek. Dan dimasuk kan kelapa sangrai sebagai pelengkap. Sangat cocok di jadikan sebagai makanan pemuas rasa lapar saat Sobat Safar kesini.



Komentar
Posting Komentar