Siapa bilang sih di pondok pesantren itu tidak enak?
Eitss sini ana kasih tau....
Hampir semua orang beranggapan bahwa masuk pesantren itu seperti masuk penjara suci, ada lagi yang beranggapan bahwa masuk pesantren itu sebagai bengkel akhlak, terus ada yang beranggapan ini dan itu. Banyak sekali yang beranggapan yang tidak-tidak tentang memasukkan anaknya ke pondok pesantren. Perlu di ketahui bahwa masuk pesantren merupakan salah satu pengalaman yang sangat luar biasa banyak sekali manfaatnya. Ana akan membagikan sekilas tentang perjalanan ana ketika di pesantren.
Waktu itu ana masuk pondok pesantren ketika jenjang SMA atau MA. Nah ana masuk kelas persiapan bahasa terlebih dahulu dikarenakan kemampuan berbahasa arab ana sangat kurang sekali bahkan tidak ada. Pertama kali datang untuk survei dan sekaligus test masuk. Ana ga berharap lebih dikarenakan kemampuan ana yang sangat minim tentang bahasa arab dan pada saaat itu ana masih terombang ambing memilih sekolah. Hanya bermodalkan Bismillah dan Tawakal pada tes penerimaan santri baru waktu itu. Rezeki tidak di sangka-sangka pun terwujud. Ketika pengumuman santri baru telah ada. Ana sebagai salah satu yang lolos dan sah menjadi santri. Perasaan begitu campur aduk dengan memikirkan kedepannya seperti apa.
Masa - masa itu adalah masa paling ribet seribet-ribetnya karena ana harus mempersiapkan segala sesuatu mulai itu dari perlengkapan mandi, alat tulis, bahkan perlengkapan tidur sekalipun. Pukul 8 Pagi mobil mulai bergerak mengantarkan ana ke Pondok Pesantren Hidayatunnajah. Itulah nama pondok pesantren ana.
Pondok Pesantren Hidayatunnajah terletak di Jl.Raya Pebayuran KM 8, Kertasari, Kec Pebayuran, Kab Bekasi, Jawa Barat. Pesantren ini memiliki luas sekitar 8 hektar. Terdapat kurang lebih 23 asrama yang terbagi dari beberapa nama asrama. Untuk jenjang yang tersedia di Pesantren Hidayatunnajah dimulai dari jenjang Tk sampai dengan Kuliah. Fasilitas di sini terbilang lengkap. Mulai dari fasilitas kesehatan, olahraga, bahkan lab komputer pun juga tersedia di Pesantren ini.
Mobil pun telah sampai di tempat tujuan. Ana bergegas turun untuk mengambil segala kebutuhan asrama di mobil. Penjaga asrama atau yang anak pesantren kenal dengan sebutan musrif menghampiri dengan sangat ramah dan murah senyum. Yaa itulah hari pertama ana di Pesantren hingga hari-hari berikutnya. Ana mendapat sahabat baru, banyak pengalaman ini itu dan sebagai nya.
Memasuki kelas 11 SMA. Santri diberi amanah berupa pengangkatan mereka menjadi pengurus OSIS. Hal ini agar semua santri mendapatkan pengalaman berharga menjadi pengurus di bidangnya masing-masing dan menambah skill Public Speaking santri tersebut. dan pada kelas 11 ini juga santri sudah bisa memilih judul atau tulisan apa yang mereka pilih untuk tugas akhir pada kelas 12 supaya tidak memberatkan mereka ketika di tahun terakhir tersebut. Perlu di ketahui bahwasanya ada 3 syarat agar bisa mendapatkan Ijazah Pondok. Pertama adalah Murojaah Al Quran minimal 10 Juz bagi kelas reguler dan 15 Juz bagi kelas Tahfidz. Kedua adalah murojaah hadist kurang lebih 200 hadist dan yang ketiga adalah penulisan ilmiah, Bisa berupa Terjemah, Resensi dan pembuatan makalah.
Tenang Sobat Safar. Semua itu tidak lah sulit dan memberatkan. Allah senantiasa membantu hambanya yang sedang kesusahan. Itu lah ringkasan singkat tentang pengalaman ana di pesantren.


Komentar
Posting Komentar